Pelaksanaan Bimtek kepada Anggota KPPS di TPS Khusus dan Sosialisasi kepada warga binaan yang terdaftar pada DPT Pemilihan Perbekel Secara Serentak Kabupaten Klungkung Tahun 2026. Acara di laksanakan di Rumah Tahanan Negara Klas II B Klungkung. Acara dibuka oleh Kepala Rutan Klas II B Klungkung, dilanjutkan dengan arahan dari Kepala Dinas PMDPPKB Kabupaten Klungkung, Drs. Ida Bagus Ketut Mas Ananda, kemudian pemaparan materi bimtek dan materi sosialisasi oleh JF PSM I Wayan Murtika, SH. Acara di ikuti oleh panitia pemilihan perbekel kabupaten klungkung, Anggota KPPS di TPS Khusus dan warga binaan yang desanya melaksanakan pemililihan perbekel. Dapat disampaikan acara berjalan sesuai dengan tahapan dan peserta bimtek ataupun warga binaan yang hadir sudah memahami materi yang telah disampaikan.
Kepala Bidang Ketahanan Dan Kesejahteraan Keluarga Ns. I Nyoman Pande Suyasa S.Kep., menerima kunjungan dari Bagian Perencanaan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bali dalam rangka Monev data TPK persiapan Uji Petik yang menyasar di Kabupaten Klungkung.
Monev berlangsung dengan memastikan kesiapan administrasi seperti SK Pembentukan Tim Pendamping Keluarga (TPK), Laporan TPK, KRS dan KAK.
Dalam kegiatan ini juga ditekankan kesiapan petugas lapangan dalam hal ini Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan kader TPK untuk menerima kunjungan lapangan dari BKKBN pusat dalam rangka Uji Petik.
Uji Petik yang dilakukan oleh BKKBN ke daerah ini bertujuan untuk melakukan pemantauan, evaluasi, dan validasi lapangan untuk memastikan program kependudukan dan keluarga berencana berjalan efektif.
Kepala Bidang Ketahanan Dan Kesejahteraan Keluarga, Ns. I Nyoman Pande Suyasa, S.Kep. , melaksanakan pertemuan dengan Ketua Forum Genre Kabupaten Klungkung serta Panitia Inti Kegiatan Genre Klungkung Rekreasi (GKR). Kegiatan ini dalam rangka membahas kegiatan GKR yang akan segera dilaksanakan.
Kegiatan GKR nantinya akan melaksanakan berbagai perlombaan maupun kegiatan yang menyasar PIK-R se-Kabupaten Klungkung, seperti Lomba Video Tutor Sebaya, Lomba Poster Digital, Lomba PIK-R Percontohan, Fun Walk, Lomba Cerdas Cermat Genre, Puncak Acara Genre Klungkung Rekreasi 2026.
Bertempat di Ruang Rapat Bhineka Guna Praja Kantor Camat Klungkung, telah dilaksanakan kegiatan Pembekalan Kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana I Wayan Iwan Indrawan S.H., M.A.P. dan jajarannya, PKB/PLKB Se-Kecamatan Klungkung dan Dawan, serta diikuti oleh para kader IMP.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan pemahaman kader dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana. Pembekalan diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan kader dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di lapangan. Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan semakin memahami peran IMP dalam membantu pelaksanaan program kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Dalam pelaksanaan kegiatan, peserta mendapatkan materi dan arahan terkait penguatan peran kader, mekanisme pelaksanaan kegiatan di tingkat desa, serta pentingnya koordinasi dan sinergi antara kader, pemerintah desa, kecamatan, dan instansi terkait.
Bertempat di Ruang Rapat Kantor Desa Aan, telah dilaksanakan kegiatan Monitoring Input Kegiatan di Web Kampung Keluarga Berkualitas dan Implementasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan di Kampung Keluarga Berkualitas Desa Aan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Bali. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Klungkung, I Nengah Udayana S.Sos., Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, I Wayan Indrawan S.H., M.AP. dan jajarannya, PKB/PLKB Se-Kecamatan Banjarangkan.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas para pemangku kepentingan serta pengelola Kampung KB dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki masyarakat di tingkat desa.
Melalui penggerakan Kampung KB, diharapkan berbagai program dan kegiatan pembangunan dapat dilaksanakan secara terpadu, terarah, dan berbasis kebutuhan masyarakat. Sinergi antara pemerintah, kader, masyarakat, serta berbagai pihak terkait menjadi kunci dalam mewujudkan Kampung KB yang aktif dan berkelanjutan.
Tim Pembina Posyandu Kabupaten Klungkung melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap pelaksanaan Posyandu 6 SPM di Desa Selat, Desa Akah, dan Kelurahan Semarapura Kangin.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, beserta jajaran pengurus. Hadir pula Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat dan Kawasan Perdesaan, Luh De Ariani SH., Camat Klungkung, Ketua TP Posyandu Kecamatan Klungkung, Perbekel, Ketua TP Posyandu Desa, serta para kader posyandu desa.
Monitoring dan evaluasi Posyandu 6 SPM merupakan instrumen penting yang bersifat komprehensif mencakup aspek operasional, administratif, hingga peran sumber daya manusia (kader).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan Posyandu 6 SPM di lapangan serta melihat kesiapan dan kelengkapan administrasi guna mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Melalui pengamatan langsung dan dialog interaktif, kegiatan ini dapat mengidentifikasi berbagai kendala serta permasalahan yang dihadapi selama proses pelayanan berlangsung
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Klungkung, Drs. Ida Bagus Ketut Mas Ananda, didampingi Kepala Bidang Ketahanan Dan Kesejahteraan Keluarga, Ns. I Nyoman Pande Suyasa, S.Kep. dan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana I Wayan Iwan Indrawan, SH., M.A.P., menerima Tim APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) Inspektorat Utama Kemendukbangga/BKKBN, bertempat di Ruang Rapat DPMDPPKB.
Kehadiran Tim APIP ini untuk melaksanakan Uji Petik pada Sub Menu Operasional Pendampingan Keluarga Risiko Stunting (KRS), Sub Menu Pelatihan dan Edukasi Gisi melalui DASHAT di kampung KB serta Sub Menu Pelaksanaan KIE di tingkat desa.
Adapun kegiatan ini menghadirkan perwakilan dari PKB/PLKB Kabupaten Klungkung dan Kelompok BKR, serta dilakukan kunjungan langsung ke DASHAT (dapur Sehat Atasi Stunting) di Desa Kamasan.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengecek kesesuaian antara laporan administratif atau keuangan dengan kondisi riil di lapangan (seperti penelusuran dokumen transaksi, bantuan, atau pengadaan). Menilai sejauh mana program prioritas kependudukan dan keluarga berencana berjalan efektif di unit kerja atau mitra. Berperan sebagai value driver dan mitra strategis untuk mencegah penyimpangan serta memperbaiki tata kelola manajemen risiko. Memastikan pelaksanaan kegiatan, asset, dan keuangan di lingkungan BKKBN sesuai dengan aturan serta standar pengawasan intern.
Rabu, 30 September 2026. Kegiatan penutupan Pelatihan Bina Posyandu Provinsi Bali bagi kader Posyandu Kabupaten Klungkung dilaksanakan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Bali, setelah berlangsung selama 3 (tiga) hari.
Kegiatan penutupan dihadiri oleh Ketua TP Posyandu Provinsi Bali yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali, Ketua TP Posyandu Kabupaten Klungkung, perwakilan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Klungkung Kabupaten Klungkung dalam kegiatan ini diwakili oleh Luh De Ariani, S.E selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat beserta staff, perwakilan Camat se-Kabupaten Klungkung, serta kader Posyandu Kabupaten Klungkung sebagai peserta pelatihan.
Selama tiga hari pelaksanaan, para kader mendapatkan pembekalan pengetahuan dan keterampilan dalam meningkatkan kapasitas serta kompetensi kader dalam mendukung penyelenggaraan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Bertempat di Ruang Rapat Bhineka Guna Praja Kantor Camat Klungkung, Rabu, 16 September 2026. Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Diskusi Partisipatif Penggerakan Sistem Tata Kelola Alokon di Kabupaten Klungkung guna memperkuat sinergi tata kelola rantai pasok kontrasepsi antara provinsi, kabupaten, hingga fasilitas pelayanan kesehatan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Klungkung, Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Klungkung, PC IBI Kabupaten Klungkung, Fasyankes Se-Kabupaten Klungkung, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan jajarannya, serta PKB/PLKB Se-Kecamatan Klungkung, Banjarangkan, Dawan.
Pada kegiatan diseminasi diisi oleh penyampaian materi dari 3 narasumber yang terdiri dari Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Klungkung dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Klungkung.
Perwakilan BKKBN Provinsi Bali menyampaikan bahwa pengelolaan Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) merupakan sebuah sistem utuh mulai dari perencanaan, penerimaan, penyimpanan, stok opname, distribusi, hingga pelaporan agar Alokon benar-benar tersedia di tempat yang membutuhkan dalam jumlah tepat dan kondisi baik.
BPKAD Kabupaten Klungkung juga memaparkan terkait akuntabilitas pengelolaan Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) Hibah BKKBN pada OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung serta tinjauan dari sisi Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD).
Kemudian Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, I Wayan Iwan Indrawan, SH., M.A.P. juga menyampaikan matriks pleno yang berisi rangkuman masalah pengelolaan Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) di tingkat OPD-KB dan fasyankes, serta rencana tindak lanjut untuk memperbaiki tata kelola, penyimpanan, distribusi, pencatatan, pelaporan, dan ketersediaan stok Alokon.
Keluarga Berencana (KB) adalah upaya untuk mengatur jumlah dan jarak kehamilan agar ibu, anak, dan keluarga dapat hidup lebih sehat dan sejahtera. Salah satu manfaat terbesar KB adalah mencegah kondisi “Empat Terlalu”, yaitu empat faktor risiko utama yang menjadi penyebab tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia.
Apa Itu “Empat Terlalu”?
Konsep ini digunakan secara luas dalam program kesehatan ibu dan anak untuk mengenali kehamilan berisiko tinggi:
Terlalu Muda (usia < 20 tahun) Organ reproduksi belum matang sepenuhnya sehingga berisiko preeklampsia, anemia, persalinan macet, dan berat badan lahir rendah (BBLR).
Terlalu Tua (usia > 35 tahun) Risiko diabetes gestasional, hipertensi, kelainan kromosom pada janin, serta komplikasi saat persalinan meningkat.
Terlalu Dekat (jarak kehamilan < 2 tahun) Tubuh ibu belum pulih sepenuhnya sehingga rawan anemia berat, kelahiran prematur, dan rahim yang lemah.
Terlalu Banyak (anak > 4 / paritas tinggi) Semakin sering hamil dan melahirkan, semakin tinggi risiko perdarahan pascapersalinan, robekan rahim, dan kelelahan kronis pada ibu.
Peran KB dalam Mencegah “Empat Terlalu”
Menunda Kehamilan Pertama
KB membantu pasangan usia muda menunda kehamilan hingga usia ideal (20–35 tahun) agar tubuh ibu benar-benar siap secara fisik dan mental.
Mengatur Jarak Kelahiran
Dengan KB, jarak antar kehamilan dapat diatur minimal 2–3 tahun sehingga tubuh ibu mendapat waktu pulih sebelum hamil kembali.
Membatasi Jumlah Anak
KB memungkinkan pasangan merencanakan jumlah anak sesuai kemampuan fisik, mental, dan ekonomi keluarga.
Menghentikan Kehamilan di Usia Berisiko
Bagi ibu yang mendekati atau melewati usia 35 tahun, KB — termasuk metode permanen seperti sterilisasi — membantu mencegah kehamilan berisiko tinggi.
Metode KB Yang Tersedia
8 Metode Kontrasepsi
Metode
Cara Kerja
Cocok Untuk
Pil KB
Diminum setiap hari
Menunda kehamilan jangka pendek
Suntik KB
Disuntik tiap 1-3 bulan
Praktis, jangka menengah
Implan (Susuk)
Ditanam di lengan, tahan ±3 tahun
Jangka panjang & reversibel
IUD (Spiral)
Dipasang di rahim, tahan 5–10 tahun
Jangka panjang, efektivitas tinggi
Kondom
Digunakan saat berhubungan
Praktis, juga cegah IMS
Strelisasi (MOW/MOP)
Prosedur permanen
Tidak ingin memiliki atau menambah anak lagi
Manfaat Lain KB bagi Kesehatan Ibu
Menurunkan risiko kematian ibu akibat komplikasi kehamilan dan persalinan.
Mendukung kesehatan mental ibu dengan mengurangi stres dan risiko depresi pascapersalinan.
Memberi kesempatan pemberian ASI eksklusif dan pengasuhan yang lebih optimal.
Mendukung kestabilan ekonomi keluarga sehingga akses gizi dan layanan kesehatan lebih terjamin.
Kesimpulan
“Empat Terlalu” — terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak — adalah faktor risiko yang sebagian besar dapat dicegah melalui perencanaan kehamilan yang baik. KB bukan sekadar alat kontrasepsi, melainkan strategi kesehatan yang melindungi ibu dari komplikasi serius dan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) secara signifikan.
Konsultasikan pilihan metode KB yang sesuai dengan bidan atau tenaga kesehatan terdekat, agar rencana keluarga dapat berjalan aman dan sehat.