DPMDPPKB Klungkung Laksanakan Evaluasi Audit Kasus Stunting Semester I Tahun 2023

Dalam rangka mendiseminasikan perkembangan percepatan penurunan kasus stunting di Kabupaten Klungkung, DPMDPPKB Kabupaten Klungkung melaksanakan Evaluasi Audit Kasus Stunting Semester I Tahun 2023 bertempat di Kantor Perbekel Desa Gelgel Kamis (9/11/2023). Evaluasi ini dihadiri unsur Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Sekretaris DPMDPPKB. Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga beserta jajaran. Turut hadir beberapa OPD terkait seperti Bappeda, Dinas Kesehatan, RSUD Klungkung, Camat Klungkung, Perbekel Desa Gelgel, PKB/PLKB Kecanatan Klungkung dan unsur lainnya.

Dalam paparan yang disampaikan oleh Sekdis PMDPPKB Kabupaten Klungkung menyampaikan, prevalensi penurunan stunting di Kabupaten Klungkung sudah menunjukkan perkembangan yang berarti di mana prevalensi stunting Kabupaten Klungkung turun dari 19,4%  pada tahun 2021 menjadi 7,7% pada tahun 2022.

“Capaian ini masih lebih baik dari pada prevalensi stunting di provinsi Bali dan nasional yang masing-masing mencapai 8 % dan 14 % pada pengujung tahun 2022“, papar Sekdis Wayan Sudiarsa.

Lebih lanjut Wayan Sudiarsa, menjelaskan bahwa fokus audit kasus stunting semester I tahun 2023 ini mengambil lokus di desa Gelgel dan Tojan. Dari kedua desa ini telah ditetapkan sasaran audit sebanyak Sembilan orang terdiri atas 1 orang calon pengantin, 2 orang ibu hamil, 2 orang ibu nifas, 3 orang bayi bawah 2 tahun (baduta), dan 1 orang bayi bawah lima tahun (balita). Terhadap kesembilan sasaran ini telah dilaksanakan audit, penilaian, rencana tindak lanjut, dan evaluasi intervensi.

Perwakilan dari BKKBN Provinsi Bali dr. Adiguna yang hadir dalam evaluasi ini menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan pada hari ini. Pihaknya menyambut baik apa yang telah dilakukan oleh para Tim Pendamping Keluarga, Penyuluh Keluarga Berencana, Petugas Lapangan Keluarga Berencana yang difasilitasi oleh DPMDPPKB Kabupaten Klungkung. Namun pihaknya memberi catatan belum optimalnya pengisian aplikasi Elsimil oleh para petugas.

“Menurut kami capaian penurunan stunting di kabupaten Klungkung sudah cukup baik, namun harus diikuti dengan pengisian aplikasi Elsimil oleh para petugas”, papar dr. Adiguna.

Aplikasi elektronik siap nikah dan hamil (elsimil) itu sendiri merupakan aplikasi skrining pendampingan untuk calon pengantin (catin), calon pasangan usia subur (CaPUS), ibu hamil, ibu pasca persalinan, dan keluarga yang memiliki bayi usia 0-59 bulan. Aplikasi elsimil merupakan inovasi dari BKKBN dengan tujuan utamanya adalah menekan angka stunting.

Selain berfungsi sebagai alat skrining, Elsimil juga berfungsi sebagai media komunikasi dengan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan edukasi tentang kesehatan reproduksi, kontrasepsi, kesiapan pranikah, kesiapan kehamilan, serta cegah kanker

Asosiasi BPD Nasional Kabupaten Maros Kunjungi Klungkung

Dalam rangka meningkatkan kinerja, Asosiasi Badan Permusywaratan Desa Nasional Kabupaten Klungkung mengadakan studi tiru ke Kabupaten Klungkung Minggu (5/11/2023). Rombongan dari Kabupaten Maros yang dipimpin oleh Akbar ini, diterima di Tukad Jinah Tubing (TJT), desa Manduang, kecamatan Klungkung, kabupaten Klungkung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, I Wayan Suteja, AP, M.Si beserta jajaran.

Turut hadir menerima rombongan, Asisten Administrasi Sekda, Kadis Pariwisata, Kepala Bappeda, Kaban Brida, Camat Klungkung, Perbekel serta warga masyarakat Desa Manduang.

Dalam sambutan penerimaannya, Kadis PMDPPKB Kabupaten Klungkung menyampaikan sekilas tentang kabupaten Klungkung serta pembangunan desa di Kabupaten Klungkung yang diikuti dengan tukar informasi tentang situasi dan kondisi pada kedua daerah.

Launching Aplikasi SIGUNA Desa Gunaksa

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Klungkung  I Wayan Suteja, AP, M.Si mewakili Bupati Klungkung dalam  acara launching aplikasi SIGUNA bertempat di Banjar Nyamping, Desa Gunaksa, Sabtu (14/10/2023). Aplikasi  yang  secara  resmi menjadi hak Desa Gunaksa dan bisa digunakan dalam melakukan pelayanan di Desa Gunaksa ini dikembangkan oleh PPK Ormawa HMM Fakultas Teknik Universitas Udayana dibawah bimbingan Wayan Nata Septiadi.

Kegiatan launching aplikasi ini merupakan bentuk legalitas pengaplikasian SIM layanan Desa Gunaksa yang berbasia digital secara resmi digunakan oleh masyarakat Desa Gunaksa. Turut hadir dalam acara launching tersebut dari unsur Badan Riset dan Inovasi Daerah, Camat Dawan, Kepolisian Resot Dawan, Danramil Dawan, Ketua dan sekretaris PII Cabang Klungkung, Duta Digital Kabupaten, Perbekel, Sekretaris Desa, KBD, Bendesa Desa Adat Gunaksa, BPD Desa Gunaksa, STT Desa Gunaksa, PKK Desa Gunaksa, serta perwakilan masyarakat, kader digital desa dan kader digital remaja. Sedangkan perwakilan dari Universitas Udayana yakni Dari UPKP, Reviewer PPK Ormawa, Wakil Dekan III Fakultas Teknik Universitas Udayana, pembimbing PPK Ormawa, Himpunan Mahasiswa Mesin dan Teknologi Informasi.

Bupati Klungkung dalam sambutannya yang dibacakan Kadis PMDPPKB berharap bahwa aplikasi ini dapat menjadi volunteer atau mungkin dikloning untuk pengembangan layanan di desa lain di Kabupaten klungkung. Disampaikan juga bahwa Kabupaten tentunya sangat berharap ada pengembangan inovasi berbasis digital seperti ini yang digagas dari perguruan tinggi baik dari mahasiswa maupun kalangan akademik yang nantinya bisa memberikan perubahan dan memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan desa.

BPPMDDTT Denpasar Gelar Pelatihan Desa Wisata Angkatan IX di Aan

Badan Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ( BPPMDDTT) Denpasar  melaksanakan Pelatihan Desa Wisata Angkatan IX, tanggal 19 s.d 22 September 2023 berlokasi di Petapan Park, Desa Aan, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Pelatihan diikuti oleh 30 orang peserta dari 6 Desa yaitu Desa Aan, Desa Bakas, Desa Tihingan, Desa Manduang, Desa Besan dan Desa Pesinggahan.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas PMDPPKB Kab. Klungkung,  I Wayan Suteja A.P, M.Si serta dihadiri oleh Kabid Promosi Pariwisata Dispar Kabupaten Klungkung, serta Pemerintah Desa Aan. Penutupan kegiatan Pelatihan oleh Kepala BPPMDDTT Denpasar,  Nurcholis, S.Tr A.B, serta dihadiri oleh Kepala Dinas PMDPPKB Kabupaten Klungkung.

Pelatihan yang diadakan selama 4 (empat) hari ini dimentori oleh Penggerak Swadaya Masyarakat BPPMDDTT Denpasar dan Praktisi Desa Wisata dari Forum Komunikasi Desa Wisata Provinsi Bali. Pelatihan ini menekankan pada Konsep pengembangan, serta Tata Kelola Desa Wisata yaitu dengan melakukan sinergitas dengan BUMDesa serta stakeholder lainnya di Desa agar pembangunan serta pengelolaan desa wisata dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Selain melakukan pembelajaran dan diskusi di kelas, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke destinasi Pesiraman dan Aan Secret Waterfall untuk dapat melihat secara langsung bagaimana perencanaan serta pengelolaan sebuah destinasi untuk dapat diterapkan di desa masing-masing.

Pemkab Klungkung Berkomitmen Tekan Angka Stunting

Masalah stunting atau gizi buruk memang masih menjadi salah satu persoalan di Tanah Air. Untuk itu berbagai upaya terus dilakukan pemerintah guna menekan angka stunting, terutama di daerah. Namun tanpa dukungan dari pemerintah daerah, upaya tersebut tentu saja tidak akan berhasil. Hal itulah yang terus dilakukan Pemeritah Kabupaten Klungkung yang berkomitmen untuk membantu program pemerintah pusat guna menekan angka stunting. Hasilnya, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta kini menyebut bahwa angka stunting di wilayahnya telah  menurun dari 19% menjadi 7%. Hal itu disampaikan Bupati Suwirta saat menghadiri kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Balai Desa Kutampi Kaler, Kecamatan Nusa Penida, Selasa (4/7/2023).

“Kami gembira melihat penurunan angka stunting di Klungkung dari 19% menjadi 7%. Namun, kami sadar bahwa angka tersebut masih tinggi dan perlu usaha lebih lanjut untuk mengatasi masalah itu,” ujarnya.

Kegiatan Gemarikan ditujukan untuk 200 orang yang terdiri dari anak-anak usia 0-59 bulan, ibu hamil, dan ibu menyusui. Mereka berasal dari Desa Kutampi Kaler, Desa Ped, dan Desa Pejukutan. Dalam upaya menangani masalah stunting, Bupati Suwirta mengajak seluruh tim  berkomitmen dan bekerja sama dalam menuntaskan masalah stunting di Kabupaten Klungkung. Dia juga mendorong dinas kesehatan memproses data lebih akurat.
Di bidang pendidikan, Bupati Suwirta meminta seluruh guru untuk memasukkan pendidikan karakter dalam kurikulum dengan menggunakan pendekatan edukasi. Selain itu, pemahaman tentang kesehatan ibu hamil, asupan gizi, dan nutrisi setelah melahirkan juga perlu ditingkatkan, terutama bagi pasangan yang sudah menikah.

“Minimnya pemahaman tentang ibu hamil, gizi, dan nutrisi pasca melahirkan dapat menyebabkan stunting pada balita. Oleh karena itu, pemahaman ini harus ditingkatkan sejak dini agar dapat mencegah stunting pada balita,” tegasnya.

Selain fokus pada edukasi, Bupati Suwirta juga menekankan pentingnya meningkatkan konsumsi olahan ikan di masyarakat. Ikan mengandung nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan, kecerdasan, dan pertumbuhan anak. Dia  menegaskan bahwa meskipun telah terjadi penurunan angka stunting, upaya lanjutan tetap diperlukan untuk menangani masalah ini.

“Kerjasama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor terkait akan menjadi kunci untuk mencapai penurunan angka stunting yang lebih signifikan di Klungkung,” ujarnya.

Dirinya berharap dengan langkah terencana dan kesadaran kolektif, generasi muda Klungkung dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Sehingga ke depan dapat memberikan kontribusi bagi Kabupaten Klungkung.

Bupati Suwirta Harapkan Data Stunting Selalu Terupdate

Bupati Suwirta mengharapkan  data mengenai Stunting agar selalu terupdate. Harapan itu dikemukakan  Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat memberikan sambutan pada acara Pertemuan Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Klungkung Tahun 2023 bertempat di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, pada Kamis (12/5/2023). Turut hadir pada pertemuan Rembuk tersebut, Perwakilan Kantor BKKBN Provinsi Bali, I Made Arnawa, Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Ayu Suwirta, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Tjokorda Gde Agung, dan Forkompinda Kabupaten Klungkung, serta undangan terkait.

Bupati Suwirta dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam menangani Stunting tidak akan bisa terjadi apabila di hulu atau akar permasalahannya tidak ditangani. Oleh karena itu pihaknya  berpesan agar Inovasi yang terdapat di Kabupaten Klungkung dinilai berguna untuk membantu menangani Stunting dapat disosialisasikan dan dioptimalkan pelaksanaannya, seperti inovasi Cegah Stunting dengan Penyuluhan, Latihan, Obati dan Penatalaksanaan Gizi (Ces-Plong), Gebrak (Gerakan Bersama Remaja Anti Rokok), Ceting Jus FE (Cegah Stunting dengan Jumat – Sabtu Minum Tablet FE), Kasi Nikah dan inovasi lainnya serta melalui Duta Remaja Anti Rokok dan Duta Genre.

Dalam rangka mencegah dan menangani Stunting di Kabupaten Klungkung tersebut Bupati Suwirta menugaskan Perbekel se-Kabupaten Klungkung agar melakukan pendataan kepada masyarakat di lingkungannya yang menjalani kegiatan keseharian secara tidak layak, seperti tidak mempunyai jamban di rumah, dan hal sanitasi lainnya.

“Mari tingkatkan kerjasama dan koordinasi dalam rangka mencegah dan menangani Stunting di Kabupaten Klungkung, ajak Bupati Suwirta.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDPPKB) Klungkung Wayan Suteja, menyampaikan tujuan kegiatan diadakan untuk menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi; penyampaian Kesepakatan dan Pembacaan hasil Kesepakatan rencana kegiatan Intervensi penurunan stunting terintegrasi; membangun komitmen publik dalam kegiatan pencegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi. Dana yang digunakan pada Kegiatan ini, antara lain berasal dari DAK Non fisik BOKB TA 2023

Klungkung Kukuhkan Duta GenRe 2023

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Klungkung bekerjasama dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Bali menyelenggarakan pemilihan Duta GENRE Kabupaten Klungkung pada Minggu (16/4/2023). Kegiatan yang dihadiri langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta selaku Ayah Genre dan Ketua Tp PKK Kab Klungkung Ny Suwirta selaku Bunda GenRe ini, dilaksanakan di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya,

Pada kesempatan tersebut, Ni luh Komang Chika Widhi Sari (PIK-R Widya Padma) dan Putu Weda Sentana (PIK-R Dharma Yowana) terpilih menjadi Duta Genre Kab Klungkung. Selain pengukuhan Duta GENRE Kabupaten Klungkung,pada kesempatan ini juga dinobatkan Duta Influencers yang diraih oleh Ni Wayan Kartini (putri) dan I Dewa Ketut Agastya Yatra (putra) serta Duta Intelegensia yang diraih oleh Putu Ayu Khresna Devany (putri) dan I Made Nova Dhiva Dana.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam sambutannya berharap Forum GenRe dapat terus berfokus pada pemberdayaan remaja dan menggencarkan sosialisasi terkait isu-isu remaja terutama untuk menghindari beberapa permasalahan seperti penyalahgunaan NAPZA, pernikahan dini dan seks beresiko demi kualitas generasi muda yang lebih baik

Lebih lanjut Bupati Suwirta menyatakan, Kabupaten Klungkung dalam upayanya mengentaskan kemiskinan,mewujudkan inovasi inovasi yang melibatkan remaja di dalamnya, salah satunya adalah Gerakan GEBRAK yaitu Gerakan Bersama Remaja Anti Rokok.

“ Pemilihan duta genre ini merupakan ajang yang sangat baik,saya berharap kegiatan ini tidak berhenti saat pemilihan duta ini saja,tapi bagaimana ke depannya Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui Dinas terkait,mengikutsertakan mereka dalam kegiatan kegiatan strategis seperti inovasi GEBRAK itu “ , tambah Bupati Suwirta.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali dr.Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For.,MARS menyampaikan bahwa pemilihan Duta GenRe merupakan ajang pemilihan remaja putra dan putri untuk figur teladan serta motivasi di kalangan remaja.

“Kami sangat mengapresiasi Kabupaten Klungkung karena Kabupaten Klungkung adalah Kabupaten yang telah berhasil mengukuhkan Duta Genre di masing masing Desa.

“Dengan adanya Duta Genre di masing masing Desa ini,diharapkan program Bangga Kencana dan Percepatan penurunan stunting lebih cepat sampai kepada masyarakat” pungkas dr.Luh De

Penilaian Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tahun 2023 Kategori Unggulan

Kamis, 16 Maret 2023
Penilaian Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tahun 2023 Kategori Unggulan yang di wakili oleh Yande Batok (I Made Oka Surya Pradita S.Sn) dengan alat yang dilombakan yakni “Alat Pengolah Kelapa Serbaguna” yang berlokasi di Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung dan dihadiri oleh Tim Penilai Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Provinsi Bali, Tim Pembina Teknologi Tepat Guna (TTG) Kabupaten Klungkung, Camat Banjarangkan, Sekretaris Desa Negari, Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Negari

#SalamGemaSanti

Penilaian Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tahun 2023 Kategori Inovasi

Kamis, 16 Maret 2023
Penilaian Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tahun 2023 Kategori Inovasi yang di wakili oleh Bengkel Multi (Mohammad Helmi) dengan alat yang dilombakan yakni “Pemanfaatan Limbah Dinamo Menjadi Alat Pengiris Serbaguna” yang berlokasi di lingkungan pande, kelurahan semarapura klod kangin, kecamatan klungkung, kabupaten klungkung dan dihadiri oleh Tim Penilai Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Provinsi Bali, Tim Pembina Teknologi Tepat Guna (TTG) Kabupaten Klungkung, dan Lurah Semarapura Klod Kangin
#SalamGemaSanti